*catatan dari KMGP The Movie
Is.ti.qo.mah??
Kang Urip, Kang Asep and Maksi langsung melotot saat Mas Gagah memberikan nasehat agar ketiga preman insyaf tersebut tetap istiqomah. Selanjutnya mereka mempertanyakan apa makna istiqomah itu sendiri.
Besoknya saat ketiga preman tersebut bertemu lagi dengan Yudhi yang sedang menumpang sholat di mushola mereka, Yudhi pun memberikan nasehat agar mereka juga istiqomah. Lagi-lagi mereka jadi teringat dengan pesan Mas Gagah yang sebelumnya.
Lalu apa makna istiqomah itu sendiri? Jika merujuk arti kata secara bahasa, istiqoma artinya konsisten/bertahan/kuat pendirian. Menjalankan sesuatu itu dengan istimror alias terus menerus. Berat? Bangettttt!!!
Konon ketika Rasulullah SAW menerima perintah untuk Istiqomah melalui burung Hud Hud, rambut Rasulullah sampai berubah menjadi putih saking beratnya. Ya, untuk melakukan sebuah amal kebaikan yang konsisten itu amatlah sangat berat jika tidak dibarengi dengan keikhlasan hati dan kemauan yang kuat.
Namun hasil dari istiqomah adalah sesuatu yang sangat menyenangkan. Sesuai dengan perkataan Allah dalam surat Al Fushilat ayat 30 :
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami adalah Allah kemudian mereka istiqomah pada pendirian mereka, maka malaikat turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih dan bergembiralah kamu (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”
Ya, tiga balasan sekaligus : tidak akan merasa sedih, tidak akan merasa takut dan surga! Surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Alangkah indahnya.
Saya ingat sekali materi Istiqomah ini diberikan pada semester 1 ketika saya mengikuti perkuliahan di Mahad Al Hikmah. Rekam jejak materi ini begitu melekat kuat di benak saya, sehingga ketika adegan itu muncul di KMGP saya langsung melayangkan fikiran saya ke materi kuliah itu.
Dan film ini mengembalikan ingatan saya tentang makna Istiqomah yang hakiki. Istioqmah yang harus dimiliki oleh seorang yang sudah mengikrarkan dirinya untuk hijrah, dari dunia penuh kegelapan menuju cahaya, dari perbuatan buruk menjadi perbuatan baik, dari tempat yang buruk menuju ke tempat yang lebih baik. Dan istiqomah ini bukan hanya dalam hitungan tahun tapi madal hayah, sepanjang hidup manusia. Absolutely tough!
Rasanya malu sekali kalau pada saat sebelum saya menonton KMGP, seseorang menanyai keistiqomahan saya dalam berhijrah cry emotikon cry emotikon Entah dimana istiqomah itu berada. Setelah satu dekade lebih dalam fase dakwah dan kehijrahan saya, rasanya hal yang bernama istiqomah itu meluap entah kemana.
Saya mulai merasa jauh dari dakwah, lebih sibuk memikirkan pekerjaan atau jadwal-jadwal travelling saya. Buku islami hanya terbaca beberapa lembar saja kemudian berjanji dalam hati untuk membacanya dikemudian hari. Hafalan Qur'an? Selalu mentok di itu-itu saja tanpa ada kemauan untuk benar-benar menambah ayat-ayat yang baru. Tilawah Al-Qur'an? Walaupun masih dibaca setiap hari tapi jauh dari one juz. Cara berpakaian pun mulai menjauh dari baju koko dan kemeja panjang. Terasa hati gersang. Taman-taman yang dulu segar penuh bunga itu melayu dan kering kerontang.
Hingga sampailah rasa Istioqmah itu kembali hadir. Tepatnya sehari setelah menonton KMGP. Melihat kesederhanaan figur Mas Gagah yang mewah tiba-tiba menjadi sederhana dan konsisten, serasa memberi rintik-rintik hujan di hati saya. Scene demi scene itu mengingatkan seolah flashback ke zaman-zaman saat gelora dakwah saya masih meluap. Baksos di daerah-daerah tertinggal, liqoat, menjadi terasing di tengah orang-orang lain. Seolah Mas Gagah mengingatkan, masihkah kau istiqomah?
Dan malam itu menjadi malam yang akan selalu saya kenang. Malam ketika KMGP pertama kali diputar, dan malam ketika Mas Gagah mengingatkan saya tentang istiqomah. Saya pun berjanji untuk memperbaharui hijrah saya dan berusaha semaksimal mungkin untuk istiqomah hingga akhir hayat. Istiqomah pada kebaikan, istiqomah pada Islam dan Istiqomah pada jalan dakwah ini. Karena sebagimana yang Allah telah katakan, balasan istiqomah adalah kesenangan hidup dan surga Allah! Ya Rabbana, betapa indah balasan untuk mereka yang bisa istiqomah.
KMGP yang sekian lama saya tunggu, Alhamdulillah bisa menjadi titik balik saya untuk kembali berhijrah dan beristiqomah. Kembali kepangkuan fitrah dan jalan dakwah yang indah. Sebuah nasehat melalui sebuah film yang sangat mengena sekali di hati saya. Ya Rabbana, rasanya saya ingin benar-benar menangis acapkali saya menonton film ini. Kau tampar hamba lewat kata-kata sederhana di film ini dan lewat scene-scene indah yang tak terasa menggurui.
Terima kasih Allah, terima kasih Mas Gagah. Terima kasih atas sosokmu itu. Baik ketika kau berada di dalam sebuah majalah bernama ANNIDA, berada dalam novel, atau berada dalam film, kau selalu berhasil membuatku terpacu untuk berbuat baik lagi. Dan aku pun hanya bisa mencoba untuk mengikuti kata-katamu untuk istiqomah. Aku hijrah dan aku akan istiqomah. Insya Allah.***(Yas)
23.54 pm at my bedroom

No comments:
Post a Comment