Ya, apapun itu, saya hanya ingin menulis sedikit kilas balik tentang Ramadhan saya di 1435 hijriah ini. Ini memang bukan "the best" Ramadhan saya karena saya merasa penurunan ibadah yang teramat tajam, tapi ada juga beberapa hal yang menurut saya sangat istimewa.
Ramadhan tahun ini adalah Ramadhan pertama tanpa Ibu saya tercinta. Tiga bulan sebelum Ramadhan datang, Allah ternyata lebih senang jika Ibu saya harus merasakan Ramadhan di sisi-Nya. Teramat sedih dan pahit memang. Kerinduan yang mendalam, kehangatan kasih seorang Ibu, yang dulu senantiasa menyertai hari-hari saya, sekarang hilang tanpa bisa dikembalikan.
Sahur terasa aneh ketika tak ada lagi suara Mommy (panggilan khusus saya pada Ibu saya) yang memanggil-manggil. Tak ada lagi argumentasi dan perdebatan dengannya, karena saya lebih menuruti permintaan mata untuk terlelap lagi. Saat buka puasa pun terasa berbeda. Biasanya Mommy yang paling ribut untuk menyiapkan makanan-makanan apa saja yang diminta oleh anaknya. Sebisa mungkin dia akan menyediakan makanan yang diminta anaknya. Tahun ini, terpaksa harus membeli sendiri hidangan untuk berbuka puasa. Yang terasa hilang sekali adalah saat malam takbiran. Setelahnya di 1 Syawal, hanya Babe (panggilan saya untuk ayah) saja tempat saya sungkeman. Terasa berbeda. Terasa sepi. Dan terasa kehilangan gairah untuk hidup. Jika saja bisa, mungkin saya akan meluapkan rasa cinta saya tanpa perlu merasa risih atau takut kepada Mommy. Karena selama ini saya merasakan kurang sekali meluapkan rasa cinta untuk beliau. Kesimpulan terbesar adalah : cintailah orang lain sebelum kita kehilangan kesempatan untuk mencintai orang tersebut.
![]() |
| My mom graveyard |
![]() |
| Ziarah sebelum Ramadhan |
Tahun ini juga sepertinya saya banyak kehilangan hal berharga dalam hidup saya. Sampai suatu malam saya sempat enggan beranjak dari kamar saya. Saya bertanya kepada Allah kenapa begitu banyak hal yang Beliau ambil dari sisi saya. Ibu saya, dua orang teman saya yang harus dimutasi (Bu Nur dan Bu Yanti serta Bu Vina), berpisah dengan Bu Diah, tidak dikabulkannya permintaan saya untuk membersamai anak kelas 6, dan sebagainya. Tentu saja hal ini membuat saya seolah NUMB dan MATI. Gairah apa yang bisa menaikkan saya ketika banyak hal terbaik yang seketika langsung diambil dari diri ini. Namun penguatan teman-teman, terutama emak-emak rekan satu profesi saya yang akhirya membuat saya mencoba untuk berdiri kuat kembali. Seperti seseorang yang terjatuh dari sebuah tebing yang tinggi, namun dia selamat, dan dia harus mengulang kembali pendakian dia dengan kondisi tubuh yang hancur dan rapuh.
| Berpisah dengan Bu Diah dan anak-anak 5C adalah salah satu kesedihan terbesar |
![]() |
| Bu Nur dan Bu Vina |
Maka mulailah saya berpositif thinking kembali akan semua hal yang terjadi pada saya. Sebagaimana yang tertulis dalam firman-Nya :
" Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui”
(QS. Al-Baqarah : 216)
Dan saya mencoba untuk menapak kaki saya lagi untuk selanjutnya menerima apa yang sudah digariskan oleh Allah. Berdamai dengan hati adalah salah satu solusi pertama ketika kita punya masalah.
Ramadhan kali ini...
Akhirnya saya menerima kembali takdir saya. Ketika akhirnya saya diharuskan "berpisah" dengan Bu Diah, dan konon katanya saya akan berpasangan dengan Bu Kus, guru baru dari Al Azhar JP, namundi last minute justru pasangan saya adalah Pak Nanas. Protes? Ah, sepertinya saya sudah terlalu malu untuk protes kembali kepada Allah. Jalan terbaik bagi saya adalah berdamai dengan keadaan, lalu menumbuhkan husnudzon di pikiran kita. Karena pada hakikatnya Allah mengikuti prasangka hamba-Nya.
Dan saya pun mencoba menikmati takdir ini. Apalagi saat Pak Nanas memberikan keleluasaan bagi saya untuk merias kelas (bukan merias penganten ya?). Maka segala kreativitas yang sudah lama mengendap di diri saya langsung berusaha saya tampilkan sebaik mungkin. Intinya kelas ini harus rapih, bersih, dan nyaman untuk ditempati belajar. Selain itu, konsentrasi terhadap murid-murid agar bisa belajar dengan maksimal. Biarkan Pak Nanas fokus dengan kurikulum 2013 nya, dan saya mencoba membantu dengan segala fasilitas dan hal yang dibutuhkan. Jika sudah begitu hati pun terasa damai kembali untuk menerima segala sesuatunya. Tempatkan Allah di dalam segala hal dalam perbuatan kita, niscaya Dia akan hadir memberikan kita kedamaian. Hasilnya, banyak keberkahan yang bisa diraih dan hikmah yang bisa dipetik.
![]() |
| Foto bersama anak-anak 5D di kelas yang baru :) |
![]() |
| Parsel dari Duto anak kelas 5D |
Ramadhan kali ini pun saya untuk pertama kalinya tinggal di Bekasi. Pada awalnya saya memang mengkawatirkan tentang sahur. Tapi saya mencoba memakai siasat, beli makanan untuk sahur pada malam hari jadi saya tidak usah keluar rumah lagi. Namun pada kenyataannya saya justru jarang makan nasi ketika sahur. Cukup beberapa butir kurma, atau snack ringan, Alhamdulillah saya bisa menjalankan ibadah puasa dengan baik.
Disini pula saya sejak sebelum Ramadhan sudah searching masjid yang bisa dijadikan tempat asyik untuk taraweh dan sholat berjamaah. Masjid di dekat tempat kost memang ada dan seringkali saya sholat jama'ah disana. Jika sedang semangat banget maka saya sempatkan sholat di Masjid Jami Al Azhar Jakapermai. Bacaan imamnya aduuuhhh mantapks banget. Baru terakhir-terakhir saya janjian dengan murid saya untuk sholat di Masjid Babut Taubah yang lokasinya berada di lingkungan tempat saya mengajar. Dan disini, Masya Allah, bacaan imamnya bener-bener bikin saya jatuh hati. Ingin rasanya terus menerus sholat disini. Memang salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam mencari masjid untuk sholat adalah bacaan imamnya. Rasulullah juga menyuruh kta untuk memilih Imam sholat yang bacaannya paling fasih. Terkadang saya jadi malas sholat ke Masjid dekat rumah saya di Jakarta karena faktor imam itu tadi.
Ramadhan kali ini ...
Alhamdulillah saya bisa menyelesaikan Al-Qur'an kembali (khatam). Entah ini khatam untuk yang keberapa kalinya. Setiap Ramadhan pasti saya akan targetkan untuk minimal sekali khatam Al-Quran. Ya, dialah penyejuk jiwa danpenghibur lara. Membasahi hati yang kerontang dan menyiraminya dengan ayat-ayat Allah. Kadang jika sedang "sakit" sekali, sekali membaca atau dibacakan Al-Qur'an saja kita sudah terasa ingin menangis. Apalagi jika yang membacakan atau yang membaca tau apa makna dari ayat yang dibacakan. Seperti bacaan murottal yang sekarang sedang saya sukai. Dibaca oleh Khaled Al-Qahtani. Jika ada ayat-ayat yang menerangkan tentang siksa Allah atau penggambaran neraka, maka Al-Qahtani akan menangis sesegukan. Ah, saya pun yang mendengarnya menjadi ikut sedih dan terharu. Benarlah firman Allah yang mengatakan jika kita mengingat Allah (membaca Al-Qur'an) maka hati kita akan merasa tenang. Karena Qur'an adalah pengobat hati yang sedang sakit.
![]() |
| Syaikh Khaled Al Qahtani |
Ramadhan kali ini juga saya merasakan kedekatan dengan murid-murid saya, terutama mereka yang duduk di kelas 6 atau gank khusus yaitu grup Geloo :). Kedekatan itu bukan tanpa makna. Bukan juga hanya sekedar dekat. Tapi kedekatan itu dipenuhi dengan tujuan-tujuan tertentu dari saya, mengingatkan mereka untuk senantiasa mengingat akan Tuhannya.
Awal Ramadhan ini team Geloo yang sekarang sudah kelas 1 SMP bersilaturahmi. Dan dengan jelas, kita pun berselfie-selfie ria. Lalu ada anak-anak kelas 6E yang kelasnya selalu kebagian ditumpangi tidur oleh saya :) Atau entah kenapa pengen banget nyubit pipinya Dysa...hehehe... Kalo ketemu Yoga, udah pasti yang diperdebatkan adalah siapa pilihan presidennya (malas ah bahas presiden). Abdil, jatoh dari motor dan giginya patah. Pokoknya bisa bergaul dengan murid-murid itu terasa asyik juga ya. Bahkan usai buka puasa bersama, sempet main petasan bareng.... hehehe...
Oiya, sempet juga bahas piala dunia bareng Shandy. Bahkan sampe janjian buat nonton kesebelasan favorit kita yaitu Jerman. Namun ujung-ujungnya malah ketiduran. Adanya piala dunia di bulan Ramadhan memang menjadi fenomena tersendiri. Kayaknya jadi gampang buat bangun sahur. Semoga saja kebersamaan dengan murid-murid ku tersayang ini bukan saja hanya sekarang tapi bisa terus berlanjut walaupun mereka sudah beranjak pergi.
![]() |
| Adu capres bareng Yoga |
![]() |
| Kunjungan The G*LO |
![]() |
| My Reyhan |
![]() |
| Bicarain bola via BBM bareng Shandy |
![]() |
| Selalu narsis kalo ada kesempatan |
![]() |
| Dysa (kiri) dan Rangga (Dua dari kanan) penghuni 6E |
![]() |
| My Abdil yang bibirnya jontor akibat jatoh dari motor |
Hmmm.... untuk selanjutnya nanti kita lanjutkan yang di part ke 2 aja ya. Takut postingannya kepanjangan nih. Hihihi.... Selamat membaca kembali.
Jakarta, 3rd of August 2014
02.22 am @livingroom accompany with many mosquitoes
Masih rindu Ramadhan... :,(













No comments:
Post a Comment